Di Balik Buku Muslimah Percaya Diri Karya Lina Fatinah

muslimah percaya diri

November 2023 menjadi awal lahirnya buku Muslimah Percaya Diri (Berani Bercita-cita, Berkarya, dan Berdaya) karya Lina Fatinah. Buku ini menjadi teman untuk bertumbuh bagi yang masih suka tidak percaya diri, takut bermimpi, bingung memulai berkarya dari mana, bingung mau berdaya harus seperti apa.

Menariknya, buku yang hadir sebab keresahan akan maraknya muslimah yang merasakan tidak percaya diri hingga tidak bisa mengaktualisasikan dirinya secara maksimal ini, dikuatkan oleh survei yang dilakukan pada September 2020 pada fitur Question Box dan Polling di Instagram. Dari hasil survei tersebut memberikan hasil 95% pernah merasakan tidak percaya diri, bahkan dari rasa ketidakpercayaan diri tersebut membuat seseorang merasa rendah diri bahkan ada yang sampai menyakiti diri sendiri. Sedang yang menjadi jawaban sebab tidak percaya diri begitu beragam dan kompleks. Dengan itu, buku ini hadir sebagai jembatan untuk sama-sama membangun rasa percaya diri agar mampu berani bercita-cita, berkarya, dan berdaya.

Buku ini diberikan kata pengantar oleh Sherly Annavita Rahmi, dalam pengantarnya Sherly Annavita menuliskan bahwa Confidence is all about mindset, dan percaya diri tidak datang tiba-tiba, melainkan ia perlu dipupuk, dibiasakan, dijaga, dan yang paling penting dibiarkan bertumbuh sesuai dengan perubahan fase hidup dan kapasitas diri. Dengan itu, Sherly Annavita menyampaikan bahwa buku Muslimah Percaya Diri ini menjadi sangat relevan bagi kita semua dan Lina melalui buku ini membuktikan 3 hal pada kita semua bahwa keterbatasan bukan penghalang kita untuk tidak percaya pada kemampuan diri, bahwa percaya diri adalah kebutuhan kita semua tanpa terkecuali, dan percaya diri itu tidak bisa direkayasa.

Buku ini pun mendapati beberapa testimoni berikut ini:

“Percaya Diri bagi sebagian muslimah menjadi hal yang sulit. Padahal Percaya Diri adalah salah satu kunci kesuksesan dalam hidup. Bacalah buku ini agar kamu bisa lebih mudah untuk bisa percaya diri. Ditulis oleh seseorang yang sudah melakukan apa yang ditulis. Buku ini menghadirkan bentuk rasa syukur yang luar biasa dari seorang muslimah. Dikemas dalam bahasa yang ringan, sarat ilmu dan mudah dipahami.”

Abay Adhitya, penulis, Founder Teladan Cinema, creator Singlelillah dan Sisterlillah.

 

“Sesungguhnya sikap percaya diri dibangun lebih dahulu dari “percaya Allah” (iman), maka semua akan menuntun kita untuk terus berani berkarya dan berdaya. Buku ini perlu dibaca, khususnya untuk para remaja Indonesia.”

Dr. Helvy Tiana Rosa, S.S., M.Hum, sastrawan, produser film, Dosen Universitas Negeri Jakarta

 

“Ternyata kepercayaan diri bukan hanya tentang hubungan kita dengan diri, tapi juga tentang hubungan kita dengan Allah SWT. Kesadaran bahwa kita diciptakan oleh Allah SWT dengan sebaik-baiknya, dapat membuat kita percaya bahwa diri kita pasti memiliki kekuatan untuk bertumbuh dan berarti bagi orang lain. Buku yang penuh insight, dengan menggabungkan konsep Psikologi dan Islam.”

Anggi Mayangsari, M.Psi., Psikolog, psikolog klinis, dan Founder TanyaPsikologi)

 

“Potensi dalam diri seseorang bisa mencapai kondisi puncak apabila terdapat keselarasan antara hati, tubuh, jiwa, dan pikiran. Meski begitu, pada kenyataannya sebagai seorang manusia, kita kerap dibenturkan dalam berbagai hal yang dapat menghambat keselarasan tersebut. Seperti halnya multitasking, overthinking, baper, galau, meracau, sedih, kecewa, atau kondisi stress lainnya yang pada akhirnya membuat kita badmood sehingga menghambat produktivitas. Tentunya, sebagai seorang muslimah yang memiliki banyak sekali keterbatasan, kita tidak bisa mengontrol seluruh lingkungan yang ada di luar kendali kita. Sebaliknya, kita masih bisa mengontrol dan mengendalikan hati dan pikiran saat merespon kondisi yang kita hadapi, kita bisa memilih sudut pandang mana yang akan kita pakai, dan suasana hati seperti apa yang akan kita gunakan tiap harinya. Suasana hati ini menjadi sangat penting untuk kita dalam menjalani sehari-hari, karena sesuai dengan sabda Rasulullah SAW bahwa: “terdapat segumpal daging di dalam tubuh manusia yang disebut dengan hati. Jika segumpal daging tersebut baik, maka baiklah seluruh tubuh kita. Sebaliknya jika segumpal daging itu rusak, maka rusak pula seluruh tubuh kita.” Salah satu bekal yang harus dimiliki dalam menjaga kestabilan emosi adalah dengan percaya diri. Buku ini mengajarkan kita bagaimana menjadi muslimah yang percaya diri sehingga bisa melesatkan potensi.”

Dr. Astri Dwi Andriani, S.I.Kom., M.I.Kom, Rektor Universitas Putra Indonesia

 

Mari, segera dapatkan bukunya sekarang juga! 🙂